WELCOME TO IMMANUELBOOKSTORE.COM

Renungan Pagi

Breakfast with Jesus…
MEMILIKI PAMRIH
Mazmur 7:9,
“TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.”
Seorang bapak menjemput anaknya yg bermain di rumah kami sepulang dari les. Ia hanya memanggil anaknya itu, lalu membawanya pulang. Datang tidak menyapa & pergi tidak pamit. Jujur, hati saya merasa kesal. Padahal, kami memperlakukan anaknya dgn sangat baik, memberinya makan & minum. Namun, setelah merenungkannya lebih jauh, saya tersadar bhw saya menolong dgn memiliki suatu pamrih.
Daud menuliskan Mazmur ini sebagai ungkapan perasaannya ketika diperlakukan tidak adil & diserang pembencinya. Alih² memakai kemampuannya utk melawan, ia memilih berseru & memohon keadilan Tuhan. Meskipun tidak bersalah, Daud tidak bersikap seolah² segala perbuatannya sudah benar & tidak perlu dikoreksi. Sebaliknya, ia begitu terbuka utk diselidiki oleh Hakim semesta alam. Tuhan menyelidiki pikiran & hati kita; tidak ada yg tersembunyi bagi-Nya.
Kita semestinya memiliki kesadaran semacam itu. Segala sesuatu yg kita pikirkan bagaikan buku yg terbuka di hadapan-Nya. Segala motivasi yg tersembunyi tidak akan lolos dari pandangan-Nya.
Peristiwa di atas telah mencelikkan saya kalau selama ini saya kurang terbuka utk diselidiki oleh Tuhan. Tuhan memakai sikap buruk org lain utk menyadarkan bhw saya masih harus banyak belajar arti ketulusan. Jadi, bagaimana? Apakah kita bersedia diselidiki oleh Tuhan? Kalau Tuhan memberikan nilai, berapakah kira² level ketulusan kita?
KETULUSAN TIDAK TERLIHAT OLEH MATA MANUSIA, TETAPI DILIHAT JELAS OLEH MATA YANG MAHA MENYELIDIKI
Selamat beraktivitas…
Tuhan Yesus memberkati…